KPU KABUPATEN MAROS KOORDINASI DENGAN DISDUKCAPIL MAROS TERKAIT PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)
kab-maros.kpu.go.id - Maros ,Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros bergerak cepat memastikan keakuratan data pemilih sejak dini. Pada Rabu (11/3/2026), KPU Maros menyambangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maros untuk melakukan sinkronisasi data kependudukan yang krusial bagi kelancaran pesta demokrasi mendatang.
Fokus utama koordinasi ini adalah menyisir data warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, mencatat warga yang meninggal dunia, hingga memantau perpindahan domisili. Tak kalah penting, pemilih pemula yang akan genap berusia 17 tahun juga menjadi prioritas dalam pemutakhiran ini.
Anggota KPU Maros Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Karsi, menjelaskan bahwa penyesuaian ini sangat mendesak karena adanya perubahan nama beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Maros.
"Kami ingin memastikan nama desa di data kependudukan selaras dengan data wilayah daftar pemilih. Sinkronisasi ini penting agar tidak ada kekeliruan administrasi saat pemutakhiran data nanti. Ujungnya, kami ingin hak konstitusional setiap warga Maros terjaga dengan data yang berkualitas," ujar Karsi.

Langkah proaktif KPU ini disambut hangat oleh Kepala Disdukcapil Maros, H. Noralim, S.H., M.H. Ia langsung menyerahkan surat pemberitahuan resmi terkait pemutakhiran nama desa yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (KepMendagri).
Di sisi lain, Sekretaris KPU Maros, H. Muhammad Anshari, mengingatkan bahwa perubahan nama wilayah ini memiliki efek domino. Jika tidak disinkronkan sekarang, hal ini bisa menghambat proses Verifikasi Partai Politik untuk Pemilu 2029.
"Perbedaan data domisili sekecil apa pun bisa berdampak pada proses verifikasi faktual partai politik nantinya. Itulah mengapa sinergi antarlembaga ini menjadi kunci," tegas Anshari.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan administrasi kependudukan dan daftar pemilih di Kabupaten Maros menjadi lebih rapi, akurat, dan siap menyongsong tahapan pemilu selanjutnya tanpa kendala data. (By-Datin)